Sabtu, 13 Juni 2015

Dea dan Si Tokoh Cerita


Ok, Tokoh, silakan bercerita tentang diri kamu sendiri. Maaf kalau kemaren-kemaren Dea sempet agak otoriter dan terlalu berusaha ngatur kamu untuk berbagai kepentingan. Dea lupa kompromi sama kamu, lupa ngedengerin keinginan kamu, dan lupa kalau bagian Dea sebenernya ngelempar alur aja. Kamulah yang seharusnya ngerespon alur itu, karena kamulah yang bergulir di dalam cerita.

Sekarang Dea sadar, keotoriteran Dealah yang bikin kamu nggak nyaman ada di cerita Dea. Harusnya Dea nggak maksain dan justru sadar untuk loosen up.

***

Mulai jam tujuh pagi ini, si tokoh Dea biarin bercerita sendiri. Dia boleh milih style dan bahasa yang nyaman buat dia. Ternyata jadinya lebih ngalir. Tokoh di cerita kita jadi idup bukan karena kita bikin. Pada dasarnya mereka memang idup kalau kita kasih ruang untuk bernafas.

Berdialog dan bernegosiasi secara adil dengan tokoh yang kita tulis rasanya menyenangkan 

Ketika kamu nulis cerita, cobain, deh ^^ v



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar