Kamis, 09 September 2010

Day #3: Ke Mana Kupu-kupu Pulang


“Kupu-kupu yang lucu, ke mana engkau terbang,

hilir mudik mencari …”*

“Mudik” mengacu arah yang pasti, tetapi “hilir-mudik” menyiratkan kebimbangan. Selama bertahun-tahun lagu Kupu-kupu bergulir tanpa sekuel. Mungkin hingga detik ini kupu-kupu yang lucu masih hilir-mudik bimbang mencari bunga-bunga yang kembang. Bunga-bunga bukan rumahnya. Di sana ia hanya singgah.

Arus mudik, berita-berita di koran dan televisi, pembantu rumah tangga kami yang pulang setelah merencanakannya sejak jauh-jauh hari, adik saya, sepupu saya, dan suaminya yang pagi-pagi buta tiba di rumah, mengingatkan saya kepada si kupu-kupu. Ketika Idul Fitri menjelang dan semua bergerak pulang, ke mana kupu-kupu pulang?

“Berayun-ayun, pada tangkai yang lemah

Tidakkah sayapmu, merasa lelah …”*

Yang bukan rumah tak akan menggenggammu erat-erat. Ke mana kamu tahun ini, kupu-kupu? Pada siapa kamu akan memberi dan meminta maaf? Apa ibadahmu memang kembara sepanjang masa?

Selamat bermalam takbiran kupu-kupu yang lucu …



*diambil dari lirik lagu Kupu-kupu ciptaan Ibu Sud

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar