Minggu, 03 Oktober 2010

Day #28: Dedo

In memoriam

Radedo Panjaitan

24 Maret 1993 – 2 Oktober 2010

Dedo adik sepupu Dea yang senyumnya lebar sampai ke kuping. Waktu kecil dia lamaaa … banget nggak bisa ngomong. Tapi dia paling ramah tamah dan murah senyum. Pernah pada suatu kali keluarga di rumahnya panik karena dia ilang. Ternyata dia main keluar, bikin tukang sayur jatuh hati, diajak keliling-keililing naik gerobak sayur, baru dipulangin lagi ke rumah.

Waktu kecil dia sedikit eksentrik. Mungkin karena nggak bisa ngomong dia suka sekali ngegambar. Yang ajaib nggambarnya harus di kolong meja. Waktu kemudian akhirnya bisa ngomong, dia mulai jarang ngegambar. Tapi ramah tamahnya tetep. Dia tumbuh jadi anak yang disayang semua orang. Di antara kedua orangtuanya, dia selalu jadi pendamai dan penolong yang siaga. Untuk kedua adik perempuannya, dia pelindung yang bisa diandelin. Untuk kakak laki-lakinya, dia partner yang menguatkan. Dan untuk temen-temennya … dia pasti berarti banyak. Ada sekitar tiga ratus temen yang ngelayat dia, bahkan ada yang nggak ragu naik motor nembus ujan deras, ikut ke kuburan meskipun di sana banjir bandang.

Dedo adik sepupu Dea yang sebetulnya sekitar sepuluh taun ini loose contact sama Dea. Rentang waktu mencuri banyak hal. Dea nggak pernah liat dia bertumbuh sampe tau-tau dia udah jadi ABG 17 taun dengan tinggi 185 cm aja. Dea nggak pernah denger suaranya setelah pecah. Dea nggak pernah tau gimana dia ngelaluin adolescence moments in his life karena terakhir ketemu, sebelum dia meninggal, Dea masih ngeladenin dia main polisi-polisian. Tapi ada ikatan yang nggak bisa dicuri rentang waktu. Ketika Dea nyentuh jenazahnya, ada rasa sayang yang Dea kenal deket sekali. Ada kebaikan dan ketulusan khas Dedo yang Dea kenal, yang dia bawa dari dia masih kecil sekali sampai akhirnya meninggal karena komplikasi paru-paru, ginjal, maag, dan lever.

Siang itu ada berhelai-helai air ujan jatuh ke tanah seperti doa. Siang itu juga ada berhelai-helai benang di ulos Dea yang ditenun dengan doa …


5 komentar:

  1. turut berduka cita, dea...

    BalasHapus
  2. Orang yg menyenangkan pasti akan tetap menyenangkan saat membaca tentangnya,walau kala duka.

    BalasHapus
  3. Jadi sedih De, turut berduka ya...

    BalasHapus
  4. Makasih, ya, semuanya ... =)

    -Dea-

    BalasHapus
  5. Natalie Napitupulu5 Oktober 2010 05.15

    we will miss you so much Dedo...,fly upon the sky beyond your smile..,ada tempat diam dan teduh menantimu disana....

    BalasHapus