Rabu, 06 Oktober 2010

Day #30: Doa Petani Tinta Kelinci


Tuhan yang baik,

Semoga bibit tinta kelinci yang udah Dea tanem selama tiga puluh hari ini tumbuh jadi kata-kata yang memberkati. Jauhin dia dari hama wereng, lamtoro gung, dan cuaca jelek yang ngerusak. Jaga juga sikap hati Dea sebagai petani supaya selalu ngdengerin hati kecil ketika bertani; soalnya Dea tau setiap tumbuhan berangkat dari bibit yang kecil.

Amin …



Di ujung program 30 hari menulis ini, nggak ada posting yang spektakuler. Maaf, ya, Teman-teman … soalnya ujan turun deras dan Dea Si Petani Tinta Kelinci perlu sejenak menepi … =)

Tapi dari balik jendela Dea bisa ngeliat si ujan nyentuh ladang 30 hari menulis dan tunas-tunas tulisan yang tumbuh di ladangnya. Rasanya senang sekali. Waktu kena air, mereka keliatan lebih ijo karena pucetnya luruh …

Selama ikut 30 hari menulis ini Dea makin sadar kalau kita ini tinggal di tanah subur. Apapun bisa kita tanem dan tumbuh jadi kisah … ;)

Temen-temen, selamat ngelanjutin program ini buat yang masih berjalan, selamat bergabung buat yang baru mulai, dan selamat berhasil buat yang udah kelar sampai hari ke-30.

Ini hari Kamis, hari keseimbangan yang terletak di antara Senin-Selasa-Rabu dan Jumat-Sabtu-Minggu. Selamat hari ini …

Akhir kata, Salamatahari, salamatahati, semogaselaluhangat dan cerah …

Sundea


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar