Rabu, 04 Januari 2012

Ketika Hujan

 

Waktu Dea lagi naik angkot dan ujan turun deras, Dea ngejulurin matahari di kaki Dea  keluar pintu angkot.

“Ayo, dong, cerah lagi, kan udah ada matahari, nih, nih …”

Tapi ujannya nggak berenti. Kayaknya dia malah jadi marah sama Dea. Dia yang tadinya jatoh lurus-lurus, berbelok masuk ke dalem angkot, nyipratin Dea.

“Let me!” kata ujan galak.

Dea yang udah basah kuyub jadinya diem aja. Salah tingkah.

Kadang-kadang mungkin kita perlu menikmati saat terbaik dan saat terburuk.

Hari tercerah dan hari tergelap

Saat terkering dan saat terbasah.

Yang paling jelas dan yang paling kabur.

Nggak semuanya harus tersimpul, nggak semuanya harus terurai. 

For everything under the sun, there is a season

for everything  along the way, there is a reason

^_^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar