Minggu, 30 November 2014

Tao

Ini yang ditulis Jin Zombi Rukmunal Hakim di undangan pernikahannya:

Dedicated to:
Sundea dan Fauzie

Teman yang tidak pernah terlalu dekat, tapi tidak pernah terlalu jauh
Ada tanpa dipaksa, dan berlalu tanpa terburu-buru. 



Pertemanan Hakim dan Dea memang agak-agak unik. Dibilang deket ... nggak juga. Dibilang nggak deket ... ya nggak juga. Kami nggak terlalu sering hang out bareng. Nggak pernah saling nyari juga ketika salah satu butuh curhat atau ditemenin. Kami bisa dengan entengnya ngobrol hal-hal personal secara dalem kalau kebetulan ketemu. Tapi kalau abis itu nggak ketemu lagi juga ya udah aja. Kami nggak ngerasa perlu saling ngabarin secara khusus kalau ada perkembangan penting di idup kami. Nggak ada kebiasaan umum persahabatan yang kami jalanin, kecuali tetep tulus dan apa adanya ke satu sama lain.

Kami kenal sekitar 2,5 taunan yang lalu. Ceritanya waktu itu Dea mau dateng ke pameran Kopi Keliling di Jakarta, tapi nggak ada temen berangkat bareng dari Bandung. Tau-tau aja Rensi, salah satu temen ilustrator kami dari Jakarta, nyaranin Hakim dan Dea berangkat bareng. Dengan entengnya kami nyambut ide Rensi. Besoknya kami baru kenalan persis sebelum berangkat sama-sama (tepatnya Dea nebeng Hakim) ke Jakarta. Sesederhana itu. Padahal sebelumnya kami saling tau aja enggak :)))

Sejak pertama banget kenal, Hakim langsung kerasa seperti temen lama. Dia nggak terlalu banyak ngomong dan suka nggak ketebak juga apa yang ada di pikirannya, tapi -- walaupun nama dia Hakim -- Dea nggak pernah ngerasa takut dihakimin kalau sekali-sekali bersikap agak menyebalkan di depan dia.

Mulai awal taun yang lalu kami berkolaborasi bikin Zodiak Gembira. Proyek ini kami kerjain tanpa target dan ambisi apa-apa. Biarpun udah kerja bareng, bentuk pertemanan kami pun tetep begitu-begitu aja; jarang in touch, jarang curhat, dan kami tetep sibuk dengan idup kami masing-masing. Lucunya, Zodiak Gembira seperti punya auto pilot untuk konsisten jalan terus dan berkembang dengan sendirinya.  

Artwork Zombi untuk Nindya Lubis  

Bulan April kemaren, Zodiak Gembira diundang ke Sarah Sechan Show di NET TV. Kami berangkat dengan blah-bloh. Kami nggak pernah nyangka proyek senang-senang ini bisa “berenang” sampai ke sana.  Dalam perjalanan menuju Jakarta, kami ngobrol banyak banget. Tentang passion, tentang ide karya terbaru, tentang definisi pertemanan, tentang cara ngejalanin idup, sampai akhirnya Hakim ngasih tau sesuatu.

“De, jangan kasih tau siapa-siapa dulu, ya. November ini gua nikah. Sebentar lagi, ya?”
“Woah … selamat! Lu juga jangan kasih tau siapa-siapa. Gua nikah Mei ini. Tapi gua nggak ngomong ke terlalu banyak orang karena nikahnya di gereja aja. Lu dateng, ya …”
“Wah! Selamat! Lu sebentar lagi banget malah! Iya, nanti gua dateng”.

Abis itu kami sempet flash back. Kami inget jauh sebelum hari itu -- sebelum punya pacar -- kami pernah ngobrol cukup serius tentang pasangan idup. Masing-masing kami nggak ada yang terlalu ngotot tentang itu. Kami nggak pasang target apa-apa. Nggak taunya, aliran yang kami ikutin tanpa perlawanan malah nganter kami ke orang-orang yang hari ini jadi pasangan idup kami masing-masing.

“Apa yang bikin lu yakin sama Ririe?” Dea nanya ke Hakim.
Hakim ngejawab dengan sederhana, “Rasanya dia yang paling pas aja. Jadi langsung gua ajak nikah”. 


Hari Sabtu 29 November 2014, Dea dateng ke nikahan Ririe dan Hakim. Ngeliat mereka berdua rasanya seneeeeng banget. Dea nggak pernah ngeliat Hakim natap perempuan sesayang dia natap Ririe hari itu. Hakim punya banyak temen main perempuan, tapi justru karena itulah jadi jelas keliatan kalau cuma Ririe yang dapet perlakuan spesial. Ririe bisa bikin Hakim nunjukin segala kualitas terbaiknya. Kenapa? Karena cuma Ririe yang tau “kuncian”-nya Hakim. Hari itu Dea jadi sadar kalau pernyataan “rasanya dia yang paling pas” nggak sesederhana kedengerannya.

Lao Tzu pernah bilang:

“Stop leaving and you will arrive.
Stop searching and you will see.
Stop running away and you will be found.” 

kayaknya ucapan terima kasih ini punya nilai filosofis, deh

Dea tau Hakim udah nemuin partner paling pas untuk nempuh perjalanan panjang menuju laut. Seseorang yang nyaman ngalir bersama Hakim, dan bikin Hakim pun nyaman ngalir tanpa tersumbat. Pasangan yang tawanya seger dan lincah seperti gemericik air sungai. Tawa yang Hakim suka banget. Tawa yang bikin dunianya Hakim tenang dan meriah sekaligus.

Rukmunal Hakim dan Ririe Cholid, selamat  nempuh perjalanan bersenang-senang, ya. Salam buat ikan yang lucu-lucu, bunga yang cantik-cantik, rumput-rumput seger, kaki-kaki yang nyebrangin sungai, dan hal menarik apapun yang kalian temuin di sepanjang jalan.

Inget baik-baik selama kalian mengalir bersama. Sebesar apapun batunya, jangan pernah takut nabrak batu kali. Be sure about this:

Nggak pernah ada air yang jadi luluh lantak karena ketabrak batu kali :D

Ririe dan Hakim. foto dipinjem dari Wickana

 iklan: setiap bulan Zodiak Gembira hadir di rubrik Costellation Th!ngs Magazine

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar