Rabu, 20 Maret 2013

Plastic

You got a plastic name and a plastic heart
You can play the game or you'll never start
I'm talkin' to you*






Ada tiga makhluk plastik di atas karpet abu-abu. Dea kenalin satu-satu, ya:

 
 Makhluk ini selalu sakit perut dan kepengen kentut-kentut. Kenapa? Karena perutnya isinya angin doang. Perlu nggak dia kita kasih makan? Kalau iya, kira-kira apa makanan yang cocok buat dia?


Kalo di kepala (sekaligus perut) makhluk ini, selalu ada titik-titik air yang seperti embun pagi. Itu bikin dia seger, sejuk, gembira, dan nggak pernah dahaga. Dia baik sekali. Semua sayang sama dia.

Kalo makhluk ini selalu bingung sama identitasnya. Dia nggak tau dia binatang apa. Ada yang bilang dia kucing, ada yang bilang dia kelinci, ada yang bilang dia makhluk luar angkasa. Dia sendiri nggak bisa mikir karena kepalanya isinya cuma angin. Jadi sepanjang masa dia cuma bingung, bingung, dan bingung ...


You live in a plastic dream
You got a plastic goal in a plastic life
Gotta search your soul gotta make it right
And here's what you do-do-do: *


Kasih mereka nama sesuka hati kamu. Ketiga makhluk ini punya karakter, tapi nggak punya kisah dan alur cerita. Silakan bersenang-senang dengan tokoh-tokoh plastik yang lahir di atas karpet abu-abu. Imajinasi nggak punya bates, biarin mereka berkelana semerdeka-merdekanya ;)


Got a plastic smile on a plastic face


... sometimes is not a cynical statement =)   


*dicuplik dari lagu "Plastic" - Alanis Morisette. Googling videoklip-nya, deh, ini agak sisi lain Alanis yang umum kita tau hehe ...

tokoh-tokoh ini diciptakan bersama Sarah Nurmala di sela pelatihan mendongeng bersama Yayasan Ibu  
  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar